Laman

Kamis, 29 Juli 2010

Macam - macam perangkat input


Perangkat input merupakan peralatan yang dapat digunakan untuk menerima data yang akan diolah ke dalam komputer. Perangkat ini yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan interaksi dengan komputer agar komputer melaksanakan perintah yang diberikan oleh penggunanya. Prinsip kerja yang dilakukan perangkat input adalah merubah perintah yang dapat dipahami oleh manusia kepada bentuk yang dipahami oleh komputer (machine freadable form), ini berarti mengubahkan perintah dalam bentuk yang dipahami oleh manusia kepada data yang dimengerti oleh komputer yaitu dengan kode-kode biner (binary encoded information).

Apa yang Dimaksud Perangkat Input?

Perangkat input (input device) komputer adalah alat yang digunakan untuk menerima input (masukan) dari luar sistem komputer. Input tersebut dapat berupa signal input atau dapat juga berupa maintenance input.
Signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi, selain digunakan untuk memasukkan data alat input juga digunakan untuk memasukkan program.

Secara umum, perangkat input dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
a. Human Readable, yaitu perangkat yang dapat berhubungan langsung dengan manusia sebagai pengguna komputer. Contoh: monitor, keyboard, mouse, printer, joystick, disk drive.
b. Machine readable, yaitu perangkat yang berhubungan dengan peralatan mesin. Biasanya berupa modul sensor untuk monitoring dan kontrol suatu peralatan atau sistem.
c. Communication, yaitu perangkat yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Contoh: NIC (Network Interface Card) dan modem.

Apa yang Membuat Perangkat Input Dapat Dikendalikan?

Masing-masing perangkat input diberikan satu alamat yang unik pada memori utama. Alamat-alamat tersebut kemudian digunakan oleh direct I/O instruction dan memory-mapped I/O sehingga perangkat tersebut dapat dikendalikan.

Interface perangkat input terdiri dari:
a. Address Decoder
Fungsinya adalah memperbolehkan perangkat input untuk memastikan bahwa alamat pada line alamat adalah alamatnya.
b. Data Register
Berfungsi menyimpan data dari perangkat input yg akan diantar ke unit pemrosesan.
c. Status Register
Berfungsi menyimpan perintah yg berhubungan dengan operasi perangkat input.

Teknik input ada tiga jenis, yaitu:
a. Programmed (input terprogram)
Perangkat input yang dihubungkan dengan sistem komputer menjadi terprogram dalam komputer tersebut dan tidak menimbulkan interrupt. Contohnya: pada saat kita memasukkan flashdisk ke dalam sistem komputer, maka tidak akan muncul interrupt. Flashdisk tersebut menjadi terprogram dan masukannya dapat diakses saat kita ingin mengaksesnya.
b. Interrupt driven
Interrupt adalah sinyal dari luar atau permintaan dari program untuk melaksanakan suatu tugas khusus. Jenis-jenis interrupt, antara lain:
- Software (System Call)
Contohnya, interrupt yang terjadi pada saat ingin mencetak hasil dengan printer.
- Hardware
Interrupt ini terjadi karena adanya aksi pada perangkat keras, seperti penekanan tombol keyboard atau menggerakkan mouse. Interrupt ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu: maskable interrupt (terjadi karena aksi luar), dan non maskable interrupt (terjadi karena memori atau kesalahan parity pada I/O).
c. Direct Memory Access (DMA)
Untuk mempersingkat transfer data digunakan DMA karena dengan DMA, transfer data dapat dilakukan secara langsung oleh device controller tanpa campur tangan dari CPU. Ada 2 jenis DMA, yaitu:
- Third−party DMA, untuk melakukan operasi transfer data menggunakan DMA controller yang ada pada motherboard.
- First−party DMA (busmastering DMA). Untuk melakukan operasi transfer data dikerjakan oleh bagian logic di interface card.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar